Warung (yang katanya) Nagih…

Standard

Akhirnya malam ini saya bisa mampir juga ke Warung Nagih Jakarta.

image

Saya pertama kali mengenal namanya saat kelaparan tengah malam di Cikini setelah nonton Komedi Betawi di Taman Ismail Marzuki. Browsing cari tempat makan yang buka 24 jam di Jakarta dan warung ini muncul terus dbeberapa link yang saya buka.

Penasaran dan butuh jadinya.
Untuk saya yang tergolong orang malam, (yang konsekuensinya adalah sering kelaparan tengah malam), info-info seperti ini menjadi sangat berguna hehehe.. Namun mengingat Cikini – Tendean – Cibubur bisa bikin saya lapar lagi begitu sampai rumah, saya abaikan dulu.

Berikutnya beberapa kali pengen berkunjung, setelah ada kegiatan di seputar Kuningan, tapi terus mikir-mikir, tongkrongan beda generasi ngga ya? Hihihii, penting ya?

Naahhh, hari ini kebetulan saya bawa dua abege ganteng, boleh lah mampir kesana.

image

Dan taraaaaa… rrraaaamenyaaa tempat ini sampai ada meja registrasinya segala.

image

Untungnya tadi saya hanya harus menunggu sebentar saja. Jadi jangan lupa ya, begitu sampai di warung ini, segera ke meja registrasi dan petugasnya yang akan mengarahkan kita.

Langsung aja saya share daftar menunya ya..

image

image

tampilan menu utama

image

image

tampilan menu tambahan

image

Puas lihat daftar menu, akhirnya kami order ini:

image

Foto atas, namanya Big Daddy.
Dua tangkup roti coklat (menjawab pertanyaan kenapa warnanya hitam sekali ya..), diisi dengan telur mata sapi, smoked beef, melting cheese dan saus mayonaise. Rasanya, enak, recommended untuk yang ngga suka yang manis-manis.

Foto bawah.
Kiri atas, Roti Bakar Coklat Ceres + topping es krim vanilla.
Kanan atas, Roti Bakar Cappucino + topping es krim coklat
Bawah, Roti Bakar Silverqueen + topping keju

Dari namanya, sudah bisa menebak rasanya kan? Enak kok.

Yang sedikit saya sayangkan adalah, minumannya hampir semua instan. Padahal, saya akan lebih lebih suka memesan Es Jeruk Segar dibanding Es Nutr****i. Demikian juga dengan Teh Tarik dan Es Coklatnya.

Total pengeluaran kami (4 orang):

image

Harganya masuk akal lah…

Kesimpulan saya, Warung Nagih bisa masuk ke daftar tempat makan yang ringan-ringan, yang bisa dimampirin kalau lagi iseng, ngga rekomen untuk ketemuan dan ngobrol sama teman dengan durasi yang lama kecuali bisa nahan perasaan ngga enak ati sama yang lagi ngantri. Makanan ngga istimewa, kenapa? Karena makanan istimewa buat saya adalah makanan yang saya ngga bisa bikin sendiri di rumah dengan tampilan dan rasa yang sama😉

Oiya, ternyata warungnya ngga buka 24 jam, cek jam bukanya:

image

Overall, saya salut sama ownernya, kreatif bikin “yang biasa-biasa” jadi “istimewa”. Yuk, mampir..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s