Belajar Naik Commuter Line #1

Standard

Akhirnya, kesampaian juga niat saya untuk mencoba moda transportasi satu ini. Sejak tiga tahun lalu, saat merapat dan menetap di Jakarta, saya sudah tergoda cerita tentang KRL, versi lamanya CommuterLine, (selanjutnya saya singkat CL saja ya) yang katanya jadi moda transportasi andalan para pelaju dari Bogor, Bekasi dan Tangerang yang bekerja di Jakarta.

Domisili saya di Cibubur, nanggung sebenarnya untuk memilih moda ini, karena berarti saya harus ke Depok dulu. Yang saya tahu, pilihan terdekat saya Stasiun Depok Baru dan UI. Nah, karena hari ini saya dan suami benar-benar iseng, spontan saja muncul ide jalan-jalan by CL, kami tidak sempat browsing atau tanya-tanya untuk cari informasi, benar-benar buta.

Oke, kami putuskan untuk menuju Stasiun Depok Baru. Suami tahunya akses menuju ke sana adalah lewat Jl. AR. Hakim. Benar, ada rambu petunjuk mengarah ke sana, jangan naik ke fly overnya, tapi o lala.. ternyata jalanan itu bukan untuk akses mobil, hanya pejalan kaki dan motor saja yang bisa lewat. Kami melihat ada beberapa tempat penitipan mobil/motor milik warga di kolong flyover, tapi kami kurang sreg dengan keamanannya. Yak, balik kanan, kami putuskan ke Stasiun UI saja.

By the way, sampai saya menulis ini, saya belum dapat info lho, akses dengan mobil menuju Stasiun Depok Baru harus lewat mana. Hasil browsing sih menyarankan mobil di parkir di ITC, lalu jalan kaki ke stasiun. Aduh, tapi parkir mall kan kena tarif progresif ya, sayang ah..hehe..

Stasiun UI ini relatif gampang dicari, setelah masuk gerbang komplek UI, stasiunnya langsung terlihat di sisi kiri. Yang tidak gampang dicari adalah tempat parkir. Yup, satpamnya saja bingung saat kami tanya kami bisa parkir dimana. Hanya ada space kecil, ada beberapa motor yang terparkir, itu pun sepertinya tidak untuk diparkir dalam jangka waktu lama. Waaa… lalu kemana dong?

Ya sudah lah, kami coba stasiun Lenteng Agung saja, karena sepertinya kami pernah melihat kios-kios sudah ditertibkan, harapan kami pasti ada lah lahan parkir yang memadai. Sesampainya di sana, memang ada lahan parkir, tapi tidak ada yang mengelola, hanya ada satu petugas parkir amatiran, itu pun saya harus memanggilnya dulu untuk memastikan apa saya bisa parkir di situ atau tidak. Dari segi keamanan, saya rasa, masih agak riskan, lagi-lagi kembali ke “yaa mau gimana lagi”.

Oya, biaya parkir di sini Rp 5000, untuk sekali parkir, sampai dengan pukul 23.00.

Selesai bingung urusan parkir, maka selanjutnya bingung urusan tiket. Kalau Trans Jakarta, beli tiket, lalu mau keliling-keliling pindah jalur, transit dimana-mana sampai puyeng, asal tidak mencapai halte terakhir, cukup dengan bayar 3500 perak itu saja kan. Kalau CL bagaimana? Kami coba saja ah, learning by doing.

Sampai di loket, ada dua jenis tiket, single trip dan multi trip. Kami pilih single trip saja, tujuan Jakarta Kota, tarifnya Rp 3.500, plus deposit kartu Rp 5.000/orang. Saat membeli tiket, yang kita dapatkan adalah struk dan kartu. Struk berisi data tujuan perjalanan kita, sampai tadi selesai perjalanan, saya belum tahu fungsinya selain untuk bukti pembayaran. Sedangkan kartu, digunakan sebagai kartu akses masuk dan keluar peron. Tinggal tap di card reader, pintu terbuka, masuk/keluar deh..

Ini dia penampakan struk dan kartunya.
image

Stasiun Lenteng Agung relatif bersih, tadi sore kondisinya tidak terlalu ramai, mungkin karena hari libur, jadi kebanyakan rombongan keluarga yang jalan-jalan.
image

image

Dari Lenteng Agung menuju Jakarta Kota, kami melintasi stasiun
– Tanjung Barat
– Pasar Minggu
– Pasar Minggu Baru
– Duren Kalibata
– Cawang
– Tebet
– Manggarai
– Cikini
– Gondangdia
– Gambir (tidak berhenti), tapi saya sempat dapat foto bagus😉

image

– Juanda
– Sawah Besar
– Mangga Besar
– Jayakarta
– Jakarta Kota

seluruhnya ditempuh dengan waktu sekitar 40 menit saja.

Wow, bandingkan dengan mengendarai mobil, 40 menit dari Lenteng Agung, bisa-bisa kami baru sampai Pancoran😀

Interior kereta bagus, serius, saya tidak menyangka akan sebagus itu, bersih, ACnya dingin, sangat nyaman.
image

Saya lihat, penumpang juga cukup nyaman membawa anak-anak dan lansia bepergian dengan CL. Perilaku penumpang juga di luar dugaan, relatif tertib dan patuh aturan, kecuali tadi ada ibu-ibu yang menyuruh cucu balitanya buang air kecil di sambungan gerbong. Memang tanpa toilet ya CL ini?

Akhirnya, sampai juga di Stasiun Kota, masih tetap ramaaaaiii sekali, tapi agak teratur dan agak bersih (masih agak ya).
image

Oya, saya belajar sesuatu di sini, saat kami turun banyak juga penumpang yang tidak turun. Penasaran juga, apa bisa kami kembali ke Lenteng Agung dengan kereta yang sama? Kalau TJ, di halte terakhir harus turun kan, lalu membeli tiket lagi untuk perjalanan kembali ke halte asal.

Ah, sudah lah, kami turun saja, kan niatnya belajar, sambil agak tergoda juga tadi mau lanjut ke Serpong. Kami keluar, antri tiket lagi, karena keterbatasan waktu dan panjangnya antrian loket, kami putuskan kembali ke Lenteng Agung saja. Lihat nih antriannya.. woohooooooo…
image

Di atas kereta menuju Lenteng Agung, baru lah kami dapat informasi dari satpam, bahwa dari Stasiun Kota kami bisa kembali ke Lenteng Agung tanpa beli tiket lagi, asal kami tidak tap out kartu trip tadi. Entah lah, info ini valid atau tidak.

Masih menurut Pak Satpam yang sama, kalau di Stasiun Kota saya beli tiket tujuan ke Lenteng Agung, lalu kebablasan sampai Bogor misalnya, saya juga bisa kembali Lenteng Agung dengan kereta yang sama. Syaratnya itu tadi, saya tidak tap kartu di pintu exit. Kalau iya, saya bisa kena denda suplisi Rp 50.000, mekanismenya bagaimana, saya juga belum tahu. Halahhh…

Sudah deh, sekian dulu sharingnya, pagi nanti saya mau lanjut Belajar Naik Commuter Line #2, sekalian mau cari jawaban-jawaban segala pertanyaan hari ini.

PS: sharing ini hanya untuk newbie penuh kebingungan seperti saya, jangan ragu untuk mencoba tapi, selalu ada hal menarik dari hal baru kan… untuk yang sudah khatam asam garam dunia CL, mau sharing pengalaman dan info ke saya boleh lho… monggooooo..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s