Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta

Standard

Kalau liburan lalu tema kami adalah “Pahlawan Revolusi”, kali ini, liburan kami bertema “Kemerdekaan Indonesia”🙂

Awalnya sebenarnya adalah materi pelajaran sekolah Arya tentang Kemerdekaan Indonesia. Beruntung, lalu dirilislah film Soekarno. Film ini membantu sekali dalam memvisualisasikan fakta-fakta sejarah yang dipelajari Arya di sekolah, dan kunjungan kami ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Munasprok) ini berharap kami bisa merasakan ruh proses bersejarah tersebut.

Sebelum keliru, Munasprok ini bukan tempat Proklamasi dilangsungkan ya.. setahu saya bangunan rumah kediaman Sukarno di Pegangsaan Timur no. 56 tempat Proklamasi Kemerdekaan dilangsungkan sudah tidak ada, yang bisa dilihat saat ini adalah Monumen/Tugu Proklamasi.

Munasprok adalah bekas kediaman Laks. Maeda, yang disediakan oleh beliau bagi para pemimpin bangsa kita saat itu untuk menyusun naskah Proklamasi yang akan dibacakan pada 17 Agustus 1945.

Seperti yang kita pelajari, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia didahului oleh Peristiwa Rengasdengklok, dimana para pemuda menculik Soekarno-Hatta karena menginginkan Proklamasi dilakukan secepatnya agar tidak dianggap hadiah dari Jepang. Maka sekembalinya Soekarno-Hatta dari Rengasdengklok, langsung menemui Laks. Maeda seperti gambaran berikut:
image

Setelah Maeda menjamin keamanan para pemimpin negara, maka mulailah mereka merumuskan naskah Proklamasi.
image

Di ruang makan ini lah, naskah Proklamasi dirumuskan.
image

Dan ini lah hasilnya.. rumusan naskah Proklamasi tulisan tangan Soekarno
image

Rumusan naskah itu kemudian diumumkan pada mereka yang ikut hadir, untuk kemudian disepakati dan disahkan.
image

Setelah sah, naskah kemudian diketik.
image

Seperti yang sering kita lihat, inilah naskah Proklamasi itu..
image

Membosankan?😉

Seperti yang saya katakan tadi, semua yang dipamerkan di museum ini bisa kita cari dan baca di buku-buku sejarah. Namun ruh yang menyertai proses sejarah itu yang tidak mungkin terasa bila belum memasuki tiap ruangnya, melihat patung-patung yang dibuat begitu serupa dan perabot, serta bangunan kuno yang menjadi saksi bisu, sungguh tiada duanya.. itu lah yang menjadi candunya museum kan?🙂

Munasprok terletak di Jl. Imam Bonjol no. 1, Menteng, Jakarta Pusat. Seperti terlihat di gambar, museum ini terawat dengan sangat baik dan kebersihannya terjaga, mungkin karena jarang dikunjungi juga ya.. hehe.. saat kami kesana, hanya kami bertiga, beberapa orang yang sudah bersiap pulang, serta para petugas saja.
image

image

Akses menuju museum

Berdasarkan info di brosur yang saya dapat tadi, berikut daftar kendaraan umun yang melewati Munasprok:
– Patas AC 76, Senen – Ciputat
– PPD 67, Senen – Blok M
– PPD 213, Kampung Melayu – Grogol
– Patas AC 16, Rawamangun – Lb. Bulus
– Patas AC 11, Pulogadung – Grogol
– Patas AC 35, Senen – Ciledug

Jam buka
– Selasa-Kamis: 08.00 – 16.00
– Jumat: 08.00 – 13.00
– Sabtu-Minggu: 08.30 – 17.00
– Senin dan Harlibnas: tutup

Harga tiket
– Dewasa (individu): Rp 2.000
– Anak-anak (individu): Rp 1.000
– Dewasa (rombongan): Rp 1.000
– Anak-anak (rombongan): Rp 500
– WNA: Rp 10.000

Oya, jangan lupa bawa minum, karena saya tidak menemukan kantin di museum ini, atau tahan dulu hausnya sebentar, begitu selesai menjelajah museum, tinggal menyebrang ke Taman Surapati, istirahat sambil jajan🙂

Demikian review tentang Munasprok, bila memerlukan info lainnya silakan hubungi kantornya:

Jl. Imam Bonjol no. 1, Jakpus 10310
Telp. 021-3144743
http://www.munasprok.com

Selamat berkunjung, selamat menembus waktu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s