60 Detik Untuk Sebuah Semangat Baru…

Standard

Barusan saya baca tweet ini:

Untuk menghormati jasa para pahlawan, mari kita mengheningkan cipta selama 60 detik pada pukul 8:15 WIB. #HariPahlawan

Lalu saya terpikir, apakah kira-kira masih akan ada orang yang bersedia melakukannya hari ini? Seandainya ada, dalam 60 detik itu, apa yang akan mereka renungkan? Cukupkah untuk kembali membangun spirit kepahlawanan?

Pahlawan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya: orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yg gagah berani.

Dan kepahlawanan berarti: perihal sifat pahlawan (seperti keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan kekesatriaan).

Cukupkah 60 detik itu untuk merenungkan kembali apa yang kita peringati hari ini, peristiwa heroik di Surabaya, lalu mengambil spiritnya dan menginternalisasikan dalam semangat hidup kita?

Bukan saya tidak menghargai ritual ini, saya lebih suka untuk tidak melihatnya sebagai ritual rutin semata, melainkan sebagai momentum puncak dari perenungan kita sepanjang tahun tentang semangat kepahlawanan yang kita serap dari kehidupan sehari-hari. Momen dimana, gong besar ditabuh, untuk mengingatkan kembali, ayo mulai kuatkan lagi niat untuk menumbuhkan sikap kepahlawanan yang setiap hari tergerus hidup yang semakin abu-abu.

Ya, kehidupan buat saya semakin terasa jauh dari hitam dan putih. Salah dan benar. Buruk dan baik. Banyak hal, bahkan yang bersifat prinsipil sering bergeser diantara hitam dan putih, menjadi abu-abu, karena banyak muatan kepentingan di dalamnya. Semakin sulit untuk saya untuk bisa bersikap layaknya pahlawan.

Saya bertanya. Pada diri sendiri.

Masihkah ada semangat rela berkorban saya untuk sebuah kebaikan? Untuk lingkup kecil seperti keluarga, mungkin iya. Untuk kehidupan di sekitar saya? Semoga masih.

Masihkah saya berani berkata dan bertindak benar dalam hidup yang mainstreamnya kadang semakin jauh dari benar? Semoga masih.

Maukah saya bersikap kesatria, jujur dalam hidup. Selalu berpihak pada yang benar? Semoga masih.

Tidak mudah pasti.

Untuk bisa demikian, maka saya harus memilih lingkungan yang tepat. Lingkungan yang berisi orang-orang yang tepat, yang tidak akan menyeret saya masuk dalam arus, namun sebaliknya terus menginspirasi saya untuk bertahan menumbuhkan nilai-nilai kepahlawanan.

Bukan hal sulit ini, social media siap membantu saya menemukan orang-orang yangberkelimpahan energi positif. Lalu, mencari ide-ide sederhana dari mereka yang bisa saya aplikasikan secara konsisten. Setiap hari.

Hampir jam 8 nih, yuk manfaatkan momen 60 detik ini, dengarkan gema nya dalam hati, recharge semangat kepahlawanan lagi.

Bukan karena ingin jadi pahlawan. Tidak penting itu.
Tapi karena saya ingin hidup menjadi bermanfaat.

Join me, anyone?😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s