Patah Hati Tapi Tak Akan Berhenti…

Standard

Baru kemarin saya nulis tentang sesuatu yg membuat saya bahagia. Hari ini saya mengaku patah hati.

1 November 2012.
GiftBox ulang tahun ke-4, seharusnya di usia ini, seperti halnya balita, sudah bisa berjalan lebih cepat, bahkan mulai belajar berlari. Nyatanya, justru di hari ulang tahun ini saya harus menutup kios di Cibubur Junction. Kios pertama kami di Jakarta. Saya harus berani jujur, bahwa pilihan saya untuk menyelamatkan hidup sebagai seorang pribadi harus mengorbankan hidup saya yang lain. Tidak mudah ternyata berjalan sendiri.

Tragis?

Setidaknya itu yang saya rasakan hari ini. Sampai harus merasa patah hati. GiftBox itu separuh nyawa saya. Bukan sekedar bisnis. Di situ lah tertanam banyak hal.

Harapan.
Bahwa saya akan bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi lingkungannya, dengan memberikan kesempatan kerja. Saya mampu memberikan kontribusi pada keluarga. Saya mampu berkarya, melahirkan satu kebanggaan dari tangan saya.

Keberanian.
Untuk menghadapi ketidakpastian, berjalan membawa sebuah tim untuk maju terus, apa pun yang menghalangi. Dan yang terpenting melawan diri sendiri, terutama keraguan bahwa saya bukan orang yang berkarakter kuat untuk menjadi wirausahawan.

Janji.
Pada seorang sahabat, sekaligus mentor, yang pergi setelah berhasil meyakinkan saya bahwa saya akan sanggup membuat langkah pertama, lalu kedua, ketiga dan seterusnya. Seseorang yang selalu yakin bahwa saya tidak akan berhenti, how hard the circumstance is. Yang berhasil menanamkan sebuah mimpi besar yang akan saya raih, demi sebuah persahabatan.

Semangat.
Untuk terus menumbuhkan harapan, memupuk keberanian, memenuhi janji dan membuktikan pada dunia bahwa saya bisa.

Kalau melihat poin-poin yang saya tulis barusan, selayaknya semua yang membaca ini meyakini bahwa saya baik-baik saja. Tapi tidak.Sahabat-sahabat saya tahu, bagaimana saya belum mampu masuk lagi ke dalam mall itu, melihat proses closing, melewati prosedur pengeluaran barang, melihat kios saya ditempati orang lain. Saya menangis..saya sedih..saya patah hati…karena segala yang saya bangun harus kembali runtuh.

Silakan tunjuk muka saya dan katakan bahwa saya kurang berjiwa besar. Saya akan terima.

Tapi, saya tidak akan berhenti..

Saya akan tetap berjalan, meskipun tapaknya jauh lebih kecil dari yang pernah saya buat kemarin, meskipun harus terseret, meskipun lambat. Saya TIDAK AKAN PERNAH berhenti. Demi sebuah harapan, keberanian dan janji.

Biarkan saja saya patah hati, berhenti hanya untuk menghela nafas sejenak, merapatkan barisan dengan mereka yang setia untuk bersama-sama dengan saya, lalu mulai lagi.

Sebuah nasihat dari seseorang yang saya hormati di Jogja:

Seperti ketapel, kalau kita mau melesat jauh ke depan, maka yang perlu kita lakukan adalah bersabar saat ditarik jauh ke belakang. Terima saja, lalu bersiaplah untuk melesat.

Kita akan bertemu lagi, 1 November 2013, di ulang tahun GiftBox yang kelima. Doakan saya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s