Catatan Lama #9 (was: 32 days to 32)

Standard

Re-post from Facebook, May 14, 2010

 

Resilience

A prayer, asks for resilience:
I ask not for good health, but for an alert and discerning mind. 
I ask not that things go my way, but that I have perseverance and courage. 
I ask not for less responsibility, but for increased strength

Kalimat-kalimat di atas seperti rangkaian kalimat menantang Sang Maha Penguasa.. tapi bukan.. justru lebih karena terlanjur jatuh sudah takdir saya.. jadilah saya minta antinya.. hehe..

Resilience (dalam hal ini yang saya maksud adalah dalam konteks psychological resilience)
kalau dialihbahasakan berarti “daya lenting”, atau kemampuan manusia untuk bertahan dan beradaptasi saat harus berhadapan dengan kondisi-kondisi yang penuh dengan tekanan psikologis.

Istilah gampangnya, mungkin kita sering dengar ada orang yang “ndableg” atau “badak”, ngga pernah keliatan stress walaupun hidup dalam keadaan yang serba salah.. *walah.. istilahnya kok ngga ada yang cakep ya*

Itulah resilient people, orang yang mampu bertahan untuk berfungsi normal di tengah deraan permasalahan hidupnya..

Tentunya kalau ditanya, semua orang mau memiliki kualitas itu.. tapi mudah kah?

Coba bayangkan kalau misal, seseorang harus menghadapi kematian pasangannya, lalu, di saat yang sama sedang divonis sebuah penyakit yang mengerikan dan di saat itu pula keluarga dan sahabat yang diandalkannya untuk menjadi teman berbaginya juga pergi menjauh.. (hahahaha.. contohnya lebay yaaaaaa??). Sanggupkah seseorang tetap menjadi pribadi yang resilient?

Apa sih yang membuat orang mampu menjadi demikian?
Ternyata ada beberapa karakteristik yang diperlukan untuk menjadi pribadi yang tahan banting:

1. Regulasi emosi
Emosi disini ngga cuma marah lho… tapi juga emosi-emosi lainnya, seperti sedih dan kecewa misalnya. Wajar kalau dalam beberapa hari saat mengalami kedukaan, orang akan mengurung diri di kamar, nangis abis-abisan, puasa bicara.. tapi orang yang mampu mengendalikan emosinya sehingga mampu mempertahankan kualitas perilakunya, biasanya akan lebih mudah survive.

2. Kendali impuls
Impuls itu dorongan seketika untuk melakukan sesuatu.. sering kan ada orang yang ngga bisa nahan ngomelnya, atau marahnya, atau ekspresi verbal dari perasaannya.. *seriiiiiiiinngggg.. jawab saya sendiri* hehehehe….
Nah kendali impuls itu berkaitan dengan regulasi emosi tadi, kalau regulasi emosi ok, pasti perilaku impulsif juga bisa ditekan, hasilnya biasanya kita juga akan lebih mudah menguasai benak kita dari keyakinan-keyakinan negatif yang akan menjebloskan kita ke perilaku negatif juga.

3. Optimisme
Ini penjelasannya gampang, kalau kita optimis, biasanya juga akan tahan banting, karena yakin kita akan mampu menghadapi masa depan.

4. Kemampuan analisa-kausal
Nahh yang ini maksudnya adalah kemampuan untuk menganalisa mengapa hal-hal yang buruk maupun baik bisa terjadi pada kita..

Hayoooo ngaku, seberapa banyak dari kita yg kalau putus cinta terus ngerasa “saya memang ngga baik, pantes dia pilih cewek lain” padahal justru si dia yang tidak mampu meilhat kualitas kita?
Atau kalau misal gagal promosi terus bilang “ahh, biar kata saya kerja keras kalau ngga deket sama atasan juga gak bisa”

Ini semua karena kita tidak mampu menganalisa secara obyektif dan terjebak dengan pikiran-pikiran negatif, ayooo buanggg !!

5. Empati
Empati itu kemampuan memahami kondisi orang lain, dengan sering berempati kita juga akan mampu mendeteksi kira-kira orang akan bersikap seperti apa ke kita, jadi kita bisa lebih siap menghadapi respon lingkungan saat kita menghadapi masalah.

6. Keyakinan diri yang cukup
Sedikit berbeda dengan kepercayaan diri, keyakinan diri bermakna sejauhmana kita yakin kita akan cukup efektif dalam menjalani hidup. Semakin yakin kita, semakin mampu lah kita mengatasi berbagai masalah hidup.

7. Hasrat menggapai cita.
Ini yang harus dipupuk terus kalau kita sudah punya modal poin 3 dan 6 tadi.. dengan hasrat yang terus tumbuh, secara tidak langsung kita juga akan terus semangat menghadapi hidup.

Tentuuuuu… ini semua bukan hasil pemikiran saya, karena saya tinggal copy paste dan terjemahkan secara bebas dari bukunya Karen Reivich & Andrew Shatte, Random House, 2003.😀

Lalu..lalu…
Apakah resiliensi itu bisa dibentuk? Bisa dilatih? Tentu BISAAAAAAAA !!

Rumus gampangnya adalah:

Growth = challenge + support

Untuk bisa bertumbuh kualitas tahan bantingnya, seseorang harus tumbuh dalam situasi penuh dengan tantangan dan juga harus berada dalam lingkungan yang mampu memberikan support optimal, boleh dari keluarga, sahabat dll.

Bukan berarti lalu dengan ini saya berharap teman-teman yang hidupnya lurus dan baik-baik saja agar dapat masalah supaya dapat bertumbuh jadi pribadi yang resilient.. haha.. tidakkkk…. syukurilah itu temaaannnnn…😀

Ini untuk teman-teman yang sering merasa harus menghadapi masalah, jangan takut saat dapat ujian, tapi pastikan kita juga punya sistem support yang memadai.
Jangan kuatir, kita akan tumbuh menjadi pribadi yang tahan banting, yang akan membuat kita jadi manusia yang tidak biasa-biasa saja.. yang istimewa.. yang akan mampu menguatkan orang lain saat ada yang datang pada kita saat sedih, yang akan mampu mensyukuri setiap kebaikan dalam hidup kita, sekecil apa pun, yang akan mampu melihat berbagai masalah orang lain secara lebih arif, yang bisa lebih mudah menahan penghakiman pada orang lain, yang bisa membuat hidup kita jadi lebih mudah punya makna..

Waahhhhh… jadi, buat apa hari ini saya menulis tentang ini?
Seperti biasa, saya ini sedang curhat sebenarnya.. hihi.. tapi curhatnya sekalian rawat jalan… baca buku dan berharap saya bisa mengikatnya lebih erat dalam benak saat menuliskannya kembali.

Aaahhh, betapa kesedihan seringkali membuat saya lebih produktif..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s