Catatan Lama #6 (was: 32 days to 32)

Standard

Re-post from Facebook, May 2, 2010

Perjalanan meninggalkan kota Jakarta hari ini agak berbeda, begiiiiituuuuuuu banyak hal berubah.. terus terang hari ini saya seperti tanaman yang tercabut hingga ke akar-akarnya.. hampa.. karena saya harus berpisah dengan orang-orang yang saya harapkan dapat memberikan energi luar biasa..

Tapi seperti halnya perjalanan saya dari kota ke kota beberapa waktu terakhir ini, perjalanan hidup saya pun harus begitu.. berpindah dari satu titik ke titik yang lain, dimana setiap titik itu tidak akan sama rasanya.. bukan kah setiap perjalanan akan terasa lebih kaya kalau di setiap kota kita tidak menemukan hal yang sama?

Ini saatnya membuktikan bahwa saya mampu menjalankan resolusi th. 2010 poin 1. Being happy whatever the circumstance is.. 

Menjadi bahagia itu sebuah pilihan Bubu… dalam kondisi senang pun kita semua bisa tetap merasa sedih kalau tidak mampu melihat sisi terangnya..

Nahhh, btw, jadi nyambung deh…
Kenapa menjadi bahagia aja kok harus menjadi resolusi nomer 1 di tahun ini?
Siapa yang tahu, di balik semua pujian, sanjungan, jempol di FB, yang mengatakan bahwa saya perempuan tough dan mandiri, yang sering dibilang selalu kelihatan positif dan hepi, ternyata saya adalah pribadi yang sangat rapuh? Untuk berbahagia pun saya harus belajar lhooo… karena untuk bisa berbahagia itu saya harus bersyukur, nahhhh proses bersyukur itu yang butuh waktu lama mempelajarinya.

Sejak hantaman besar dalam keluarga saya di tahun 2003, saya baru bisa bangkit secara total di tahun 2008.. setelah jatuh bangun.. kuliah Psikologi jadi tempat rawat jalan, tempat saya belajar mengenali diri sendiri, memahami perilaku orang lain yang sering saya anggap “salah”, memahami sikap orang lain kepada saya yang sering saya anggap “menyakitkan”..
Btw, di Psikologi, kami punya primbon, yg isinya uraian dan klasifikasi gejala-gejala gangguan mental.. kalau udah buka dan baca buku itu, kok yang muncul selalu “wah gue banget nih.. lahh yang ini juga gue bangett..” hahaha… rasanya setiap gejala itu ada dalam diri saya.. :p

Proses mengenal diri sendiri itulah kunci kebahagiaan saya.. kunci membuka jalan untuk lebih mudah bersyukur..

Contoh..
Saya baru tahu di tahun 2006, kalau saya itu orang dengan motif ekonomi yang rendah dan punya motif sosial yang tinggi.. itu lah kenapa saya selama ini merasa, meskipun karir lumayan, gaji OK, bisa mandiri, target2 terkejar, tapi saya tidak bahagia…
Ternyata karena saya tidak pernah berbagi.. bukan berbagi dalam konteks seperti sedekah dll ya.. tapi berbagi apa yang saya punya dalam konteks yang lebih besar.. dengan menyadari itu, saya mencari kesempatan untuk bisa berbagi.. Tuhan menyediakan jalannya, saya diberi kemantapan untuk fully resign dari pekerjaan tetap saya, dan diberkesempatan berbagi pengalaman ke adik-adik SMA tentang career planning, based on ilmu dan pengalaman saya salah jurusan kuliah.. saya diberi kesempatan berbagi ilmu bikin box, saya diberi kesempatan berbagi pengalaman hidup di acara Gardu Dakwah TVRI Jogja.. dan saya bahagia, meskipun tanpa honor !! haha..

Contoh lagi..
Ternyata saya suka ngajar.. hal baru yang saya dapatkan di bangku kuliah di Jogja.. saya menikmati berada di depan kelas, menyampaikan apa yang saya tahu, mendengar masukan dari kelas, ahhhh… ternyata sisi introvert saya lenyap dan mendadak bisa lancar public speaking kalau sudah dalam konteks ngajar atau diskusi2 yang sifatnya ilmiah.. ini juga yang membuat saya berbahagia dan bersemangat.. masih menjadi cita-cita saya, kuliah lagi dan lagi.. supaya bisa ngajar.. hehe..

Contoh lagi..
Ternyata karena saya itu orang yang sangat-sangat berpikir logis, maka saya agak kesulitan memahami konsep-konsep dalam agama yang kadang sulit untuk dilogika.. ada cerita tersendiri tentang ini… sudah pernah muncul juga di notes saya sebelumnya.. dimana saya nyaris tidak beragama lagi.. wuahhh.. jadi meskipun saya rajin dateng ke acara pengajian dsb, teteeeuuuppp saya tidak menemukan kedamaian, saya tidak bisa tenang dan bahagia, karena saya belum menemukan jawaban-jawaban dari pertanyaan saya..

Banyakkkk lagi contohnya… baik kecil maupun besar..
Intinya, saya ingin berbagi, buat siapa pun yang mungkin masih sering merasa tidak berbahagia, coba deh, kenali lebih baik diri sendiri.. siapa tahu apa yang kita buat sekarang ini meskipun sudah jungkir balik kerja keras, ternyata bukan buat memenuhi kebutuhan kita tapi untuk memenuhi kebutuhan tuntutan lingkungan kita? Ngga ada yang salah juga sihhh, dengan memenuhi tuntutan lingkungan, tapi kalau akhirnya itu membuat kita kehilangan dan tidak kenal dengan diri sendiri, buat apa? Saya sepakat dengan pernyataan seorang teman kemarin, “if we are happy, we could give more to others..”

Ayoooooo… mari kita berbahagiaaa !!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s