Catatan Lama #4 (was: 32 days to 32)

Standard

Re-post from Facebook, May 1, 2010

Hari ini saya tulis di status saya, ”1st day on May.. the day I used to be start to feel on fire.. Bismillah.. keep the faith!!”

Memang begitulah adanya, entah kenapa setiap tanggal 1Mei, mood saya naik drastis tanpa sebab… eh, ngga mungkin tanpa sebab, pasti ada tapi saya belum nemu bentuknya.. yang jelas dari tahun ke tahun bulan Mei isinya banyakan ngga jauh-jauh dari voli.. halaaahhhh… voli lagi voli lagi… Jangan bosen denger cerita tentang voli, nanti sesudah lewat masa hajatan besar ini pun, biasanya masih ada episode-episode lepas.. *tahun ini masih ada ngga ya, tanpa Koko”

Kembali ke hal tadi, mungkin karena ini awal bulan dimana saya selalu merasa, this is it !! this is my time.. waktunya bisa meluangkan waktu sejenak untuk banyak berhenti sesaat dari putaran siklus aktivitas dan melihat apakah saya sudah menjalani hidup yang saya inginkan..

Hidup yang saya inginkan… hmmmmm… seperti apa hidup yang saya inginkan? Setiap tahun ada yang berbeda dalam menentukan detil hidup seperti apa yang saya mau, kadang saya ingin fokus di pekerjaan, ingin fokus di urusan membesarkan kakak, ingin fokus di hubungan saya dengan pasangan, fokus di sekolah, fokus di urusan Giftbox, banyak hal..

Tahun ini.. malam ini tepatnya.. saya memantapkan hati, kali ini saatnya saya berfokus pada diri saya sendiri..

Ada kejadian ekstra luar biasa tahun ini yang membuat saya jatuh tersungkur terpuruk… menyadari bahwa ada satu pengorbanan luar biasa yang pernah saya lakukan berakhir dengan kesia-siaan yang juga luar biasa.. duhhh ingin rasanya menceritakan ke semua penjuru dunia tentang apa yang terjadi.. supaya lepas semua beban beratnya.. tapi biarlah semua menunggu waktu yang tepat, biar lah saya dan inner circle saya dulu yang tahu apa yang saya rasakan..

Yang saya ingin share sekarang, hanya ide, bahwa apa pun yang kita perbuat, sebaiknya pertimbangkan juga kebahagiaan diri sendiri… karena menurut pengalaman saya, boleh lah kita bersikap dan bertindak mendahulukan kepentingan dan kebahagiaan orang lain atas nama cinta dan kasih sayang, tapi jangan sampai dengan melakukan itu, kebahagiaan diri kita jadi terkuras habiss.. Analogi masker oksigen di pesawat udara, sangat tepat, pakai masker kita dulu baru kita menolong orang lain, sama persis… dengan berbahagia terlebih dahulu, kita akan lebih mudah dan ringan untuk membahagiakan orang lain…

Ada yang tidak sepakat dengan saya?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s