Bila Tak Sampai Waktuku…

Standard

re-post, from Facebook, April 13, 2010 

Bila tak sampai waktuku untuk mengatakan…

Anakku..

Ketahuilah, bahwa sepanjang hidupku
Kau lah hal terindah yang pernah Tuhan berikan
Kau lah alasanku belajar bersabar dan bertumbuh dewasa
Kau lah alasanku bertahan berdiri walau badai mendera
Kau lah segala doa di setiap sujudku
Kau lah cara Tuhan menjaga Imanku

Ketahuilah bahwa…
Senyumku adalah caraku mengajarkanmu untuk juga tersenyum pada dunia
Air mataku adalah caraku mengajarkanmu untuk mengerti ada saatnya untuk menerima bahwa kita sedang berduka
Semangatku adalah caraku mengajarkanmu bersiap untuk bertanggung jawab
Laranganku adalah caraku mengajarkanmu bahwa dunia kita penuh dengan norma
Marahku adalah caraku mengajarkanmu menghargai batasan2 diluar dirimu
Sikapku untuk tidak mudah menolongmu adalah caraku mempersiapkan dirimu untuk mandiri dan tidak mudah menyerah

Ketahuilah bahwa…
Kau berhak menjadi dirimu pada saatnya setelah kau paham segala norma dasarmu..
Kau berhak menjadi apa pun yang kau mau dengan memegang teguh prinsip dan agamamu..
Kau tak perlu takut salah memutuskan sesuatu karena itulah caramu belajar menemukan kebenaran..
Kau berhak memilih siapa pun kelak untuk mendampingimu dan pastikan kalian akan saling menjaga dengan sepenuh hati..
Kau tak perlu perlu merasa perlu membalas budi pada ibumu kecuali dengan satu cara, jadilah baik dan bermanfaat.. dengan pilihan caramu…

Belahan jiwaku

Bertemu dan mengenalmu adalah cara Tuhan mendidikku untuk berani
mendengar kata hatiku
mengenali keinginanku
memperjuangkan mimpiku
belajar tulus memberikan kasih sayangku

Bertemu dan mengenalmu adalah cara Tuhan memberikan kesempatan untuk
mendapatkan semangatku
menentukan arah hidupku
menemukan duniaku
merasakan kebahagiaanku

Ayah dan Ibuku

Ketahuilah bahwa

Sampai kapan pun dirimu berdualah orang-orang pilihan Tuhan yang akan tetap aku junjung tinggi kehormatannya, walapun kadang caraku tak pernah kalian mengerti..

Sampai kapan pun aku berusaha menjadi kebanggaanmu, meskipun jalanku kadang nampak salah dimatamu.

Sampai kapan pun aku menyesali segala duka dan luka yang pernah aku buat padamu, meski kadang tak terucap di lisanku

Sampai kapan pun aku akan berjuang untuk menjadi lebih baik dan berharap pahalaku adalah tabungan untuk surgamu karena kaulah yang menjadikanku ada

Sampai kapan pun, di antara marah dan kerasnya sikapku selalu ada kerinduanku menjadi dekat denganmu

Kakak, Adik dan Sahabatku

Ketahuilah bahwa, dalam waktu singkat ataupun panjang kebersamaan kita,

Aku sangat berterima kasih, karena Tuhan

Menjadikan setiap dari diri kalian sebagai pengisi setiap lubang kekurangan di diriku…
Menggerakkan hati kalian untuk menerimaku menjadi bagian dari hidupmu…
Memberikan sejuta kesabaran pada kalian untuk memaafkan kesalahanku
Memberikan jutaan senyum di wajah kalian untuk ikut merasakan kebahagiaanku
Menitipkan lengan yang kokoh untuk menopang jatuh dan membuatku bangkit berdiri kembali, mata yang teduh untuk menenangkan gelisahku, telinga yang sabar mendengarkanku, lisan yang tak pernah tega menghakimiku

Anakku, Belahan jiwaku, Ayah Ibuku, Sahabatku…
Bila tak sampai waktuku, maafkan bila tak banyak berbuat untukmu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s