Hard to Say Goodbye…

Standard

September 2012..

Akhirnya setelah satu dekade, perjalanan panjang dan berliku yang saya lakukan harus berhenti di sini.

Berhenti sebenar-benarnya berhenti, setelah sempat dalam perjalanannya, saya berhenti karena terjatuh, bangkit berjalan lagi, terjatuh lagi dan bangkit lagi.

Perjalanan ini melelahkan, tapi tidak akan pernah saya sesali, karena ini adalah salah satu hal terbaik yang pernah saya lakukan dalam hidup saya. Perjalanan yang membentuk ribuan hal baik dalam hidup saya dan Arya.

Lalu apabila ini membawa hal baik mengapa harus diakhiri?

Sebagaimana hal lain di dunia ini yang selalu memiliki dua sisi, baik dan buruk, perjalanan ini pun demikian adanya. Saat ribuan kebaikan terbangun, di saat yang sama banyak pula keruntuhan yang ia ciptakan.

Salah satunya adalah runtuhnya jiwa saya sebagai individu. Semakin lama saya paksakan berjalan, semakin saya tidak mengenali diri sendiri, tertutup oleh dahsyatnya peran-peran yang saya jalankan. Sering kali saya mendapati bahwa ini bukan saya yang dulu, saya berubah, banyak sekali berubah..

Manusia memang berubah, karena hidup bergulir, berproses mengubah banyak hal, tapi harusnya perubahan itu tidak membuat saya menjadi orang lain, orang dengan kepribadian yang saya sendiri tidak pernah menyukainya. Itu mengerikan…

Sebagian orang mungkin akan membaca ini dengan berpikir, alangkah egoisnya saya, hanya memikirkan diri sendiri, tidak memikirkan bagaimana Arya. Justru saya melakukan ini untuk Arya. Saya masih meyakini, untuk bisa menjadikan Arya tumbuh sebagai individu yang utuh, saya harus utuh terlebih dahulu. Untuk menemani Arya tumbuh dengan bahagia, saya harus memastikan saya bahagia terlebih dahulu.

Sebagian lagi mungkin akan mentertawakan saya, karena bagai keledai, saya terjatuh dua kali di lubang yang sama. Tapi itu tak penting, karena saya yakin mereka yang setia menemani perjalanan saya tahu yang sebenarnya.

Sebagian lagi akan bertanya-tanya apa yang sebenarnya tengah terjadi, karena tampak dari luar kami baik-baik saja. Tapi memang tak semua bisa saya ungkapkan.

Sebagian lagi akan mencela mengapa saya harus menuliskannya di sini. Tapi saya merasa perlu agar tidak ada fitnah mengiringi segala perubahan ini.

Saya yakin tidak ada yang bisa dengan mudah “say goodbye” pada salah satu hal terbaik dalam hidupnya. Termasuk saya. Tapi hidup harus terus berjalan, bergulir ke depan untuk menemukan hal-hal baik berikutnya.

Doakan saya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s