Siapa Bilang Cinta Soal Sederhana ;)

Standard

Beberapa waktu kemarin, mbak Alberthiene Endah menulis di akun twitternya tentang asisten yang ngilang karena sedang menghadapi masalah percintaan. Laahhh, di waktu yang sama, saya pun menghadapi hal yang sama. Asisten rumah saya absen tanpa berita selama beberapa hari dan saat kembali, baru lah dia menjelaskan kalau dia kabur menghilang untuk menghindari sang pacar yang sering memicu pertengkaran.

Perkara (yang kelihatannya) sepele, tak henti memicu senyum saya seharian, senyum sambil mikir sih.. segitunya ya masalah cinta bisa bikin orang kalang kabut, belingsatan sendiri, ngga bisa menjalankan fungsi rutin seperti sedang menghadapi masalah maha berat.

Yang saya pikir akhirnya, apa bener cinta itu perkara sederhana?

Coba kita lihat, selain dua kasus para asisten tadi, apa lagi yang menunjukkan bahwa dalam banyak hal, soal cinta-cintaan ini akhirnya bukan lagi jadi perkara sederhana.

Orangtua yang melarang anak remajanya pacaran sampai selesai kuliah, kayanya salah satu contoh.

Perusahaan yang melarang adanya hubungan pacaran atau pernikahan antar karyawan, juga kayanya.

Apa lagi ya?

Keduanya, orang tua dan perusahaan, menyadari betul bahwa perkara percintaan ini punya potensi menimbulkan gangguan pada fokus dan produktivitas kerja.

Jadi bener dong, cinta bukan perkara sederhana? Kok sampai harus ada langkah-langkah antisipatif segala..

Well, dari yang saya pernah baca, memang saat jatuh cinta, otak manusia bekerja dengan mekanisme yang hampir mirip dengan kerja otak orang gila. Kebayang kan kaya apa? Banyak sekali referensi ilmiah dan populer yang mendukung hal ini. Yang ngga pernah mempelajari hal ini secara formal pun, pastilah juga dengan mudah melihat di hal-hal sekitarnya. Dunia seperti cuma berisi tentang “aku dan kamu”, orang dan hal lain cuma jadi pelengkap penderita. Banyak perilaku-perilaku impulsif yang muncul, yang semuanya sepertinya terjadi secara otomatis saja.

Tiba-tiba ngga masuk kerja, ngga ngerjain tugas kuliah, ngeles dari meeting karena gebetan yg lagi jadi lawan akan hadir juga, target kerja ngga kekejar karena sibuk telponan, malas melayani pelanggan karena lagi bete akibat berantem, sibuk curhat kanan kiri ganggu temen kerja, daaaann sebagainya. Mungkin ini yang akhirnya menjadikan perkara cinta jadi ngga sederhana ya? Bisa menggeser banyak hal lain euy, bahayaaa bahayaaa😀😀.

Sebagian yang lain bisa jadi akan mendebat hal ini dengan bilang, “aahh, itu mah lebay aja”.

Siipppp, boleh-boleh aja.. Yang pernah, yang belum pernah, yang merasa bisa jadi akan, atau ngga akan, silakan menengok ke dalam diri, tanya, cinta akan jadi perkara sederhana atau bukan buat kita??🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s