Jangan Menyerah, Kita Akan Merdeka!!

Standard

Dini hari, 17 Agustus 2011, di sudut sebuah kampung di Kebon Kacang, seorang gadis kecil 5 tahunan menyapa saya, “Merdeka!”, sambil melambai-lambaikan bendera merah putih bergagang sedotan di tangan kanannya. Senyumnya lebar sekali, cerah menghiasi wajah mungilnya.

Saya hanya bisa diam, membalas sapaannya hanya dengan sudut bibir yang membentuk senyum (sangat) kecil. Diulanginya teriakan itu, “Merdeka! Merdeka!”, ke setiap orang yang baru ditemuinya. Saya semakin terenyuh melihatnya.

Kemerdekaan jenis apa yang ia teriakkan, sementara tangan kanannya mengibarkan bendera, tangan kirinya sibuk menggeret karung berisi barang-barang hasil ibunya memulung. Saya lihat wajah ibunya, datar, tanpa rasa. Mungkin kalau anak itu Arya, saya akan ikut bergembira, memegang bendera yang sama, lalu sama-sama dengan senyum lebar berteriak kencang, “Merdeka! Merdeka!”. Tapi si ibu pastilah tak punya cukup energi untuk merasakan euforia, semangat dan kegembiraan 17an itu.

Kebon Kacang, beberapa kilometer saja dari Istana Negara. Disana ada seorang anak bangsa yang belum merdeka. Gadis kecil itu pastilah belum bisa merasa bahwa gedung-gedung megah yang mengungkung kampungnya itu adalah salah satu bentuk kesenjangan.. Polesan indah yang menutup wajah asli Jakarta. Sama dengan gemebyarnya Jakarta, Surabaya, Denpasar dan kota-kota besar lainnya, yang menutup wajah asli Indonesia.

Polesan itu tidak salah, jelas tidak salah, itu bagian dari pembangunan. Hanya saja ketidakmerataannya yang membuat wajah Indonesia ini seperti palsu. Seperti senyum di wajah penuh make up a la model yang siap difoto, begitu klik, senyum itu lenyap.

Tapi jangan menyerah Nak, hey gadis kecil yang manis. Kembangkan terus senyummu, kibarkan terus benderamu. Di tangan, hati dan pikiranmu. Kalau kita belum bisa banyak berharap dari pemimpin kita saat ini, yakinlah, ribuan, bahkan jutaan orang positif bangsa ini sedang berjuang untuk berbuat sesuatu dengan cara dan jalannya masing-masing.

Kelak dengan cara yang sama semoga kau melanjutkan perjuangan itu. Dan kelak, bersama dengan seorang pemimpin impian kita, generasimu akan selalu bisa tersenyum lebar, senyum wajah asli Indonesia. Wajah kemakmuran dan kesejahteraan yang merata. Sepenuh hati meneriakkan kata, “MERDEKA!”

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s