Bangsaku, Bangsa Mentang-mentang…

Standard

Konon katanya,

Bangsaku ini berbudi pekerti luhur, khas budaya timur..

Bangsaku ini ramah tamah..tepo seliro..

Bangsaku ini religius, takut Tuhan..

Tapi sepertinya tinggal sejarah yang bisa membuat aku berbangga..

bangsaku sudah berubah,

berubah menjadi bangsa mentang-mentang..

Tua muda kaya miskin pejabat rakyat penguasa abdi laki perempuan,  sama saja…

Mana lah bisa lagi aku banggakan, bangsa ini berbudi luhur?

Mentang-mentang pejabat, harus diguyur fasilitas berlebih.. itu pun belum cukup, masih mencuri!

Mentang-mentang banyak, rakyat bisa berbuat semaunya, menuntut, lalu merusak, merobohkan, membakar, saat tuntutan tak jua terpenuhi..

Mentang-mentang aparat, bisa sok gagah di jalan, meneror kendaraan rakyat dengan sirene dan deru mesin tanda laju tak tertahan..

Sama saja dengan rakyatnya, mentang-mentang mobil canggih, potong sana serobot sini, dan bangga!

Mentang-mentang naik motor itu kepanasan, lalu merasa berhak untuk senggol sana sini, sikat sembarang jalur,  sembarang arah,  memaki, brutal!

Mentang-mentang UAN itu susah, murid halalkan segala cara, bekerja sama pula dengan gurunya..

Mentang-mentang kaya boleh ‘membeli’ semuanya…

Mentang-mentang miskin boleh juga ‘meminta” semuanya.. mengasihani diri terus menerus…

Lalu di bagian mana negeri ini masih bisa aku temukan bangsa yang ramah? Bangsa yang tepo seliro?

Lihat!

Mentang-mentang duduk duluan, si pemuda duduk tenang, bahkan tidur, di depan nenek yang berdiri di dalam bis kota..

Mentang-mentang terburu-buru, si pemudi juga bisa menyerobot lift, taksi, antrian bank, tanpa wajah bersalah.. bahkan kadang lebih galak..

Dimana pula bangsaku yang takut Tuhan?

Kalau semakin banyak manusia yang mentang-mentang berjubah merasa berhak menjadi Tuhan, memutuskan mana yang kafir mana yang bukan..mana yang boleh dilibas mana yang boleh dihajar.. membawa nama besar Tuhan dengan kepongahan.. menyandingkan simbol Tuhan dengan pentungan!!

Di mana bangsa yang mengaku beriman?

Mentang-mentang merasa yakin dengan apa yang ia imani lalu dengan menyandang atribut agama bisa menghina Tuhan di media sosial..luar biasa..

Yang satu membenci yang lain, menghina, memfitnah, menistakan, membunuh!!

Tuhan yang mana yang sebenarnya mereka takuti?

Aku malu.. aku kehilangan kebanggaan.. aku menjelang frustrasi hidup di negeri ini…

Tapi apakah mentang-mentang bangsa ini sedang kacau lalu aku hanya bisa mengeluh, marah dan frustrasi?

Mentang-mentang aku bukan siapa-siapa, lalu diam, apatis, membiarkan semua bergulir terus dan lama kelamaan runtuh?

Aku lihat wajah anak-anak.. Masih ada harapan!!

Aku lihat media sosial, masih banyak cara untuk mencari inspirasi dan melakukan sesuatu..

Helaan nafas, kegeraman, keprihatinan, kengerianku berada di tengah-tengah bangsa ini harus melecutku untuk berbuat sebisaku..

Hadiah ulang tahun untukmu Indonesiaku, aku berjanji, disaksikan mata-mata yang membaca kegundahanku ini..

Aku tidak akan menjadi orangtua yang mentang-mentang punya uang lalu membiarkan anak-anakku tumbuh dengan membayar orang-orang yang lupa menanamkan nilai-nilai luhur..

Aku tidak akan menjadi orang yang mentang-mentang kehidupan makin sulit, lalu hanya memikirkan diri dan keluargaku,

Aku tidak akan menjadi orang-orang yang mentang-mentang tak punya daya lalu seenaknya berkata, ahhh bukan urusan gue, biarin jadi urusan orang-orang penting..

Aku tidak bisa menjanjikan sesuatu yang lebih besar, setidaknya aku akan bertanggung jawab pada segelintir orang yang ada di kanan kiriku, untuk tidak ikut merusak bangsaku..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s