I Wanna Be a Great Mom!!

Standard

Sepagi ini, seorang teman kembali menangis… karena sedih hatinya mendengar kalimat-kalimat yang dikeluarkan ibunya, melihat sikap dan perbuatan ibunya.

Ibu? Yes.. Ibu..

Untuk mereka yang punya hubungan sangat baik dengan ibu, pastilah akan sedikit sulit menerima fakta ini, ahhh masa iya ibu punya hati seperti itu, ahh masa ada ibu yang tega pada anaknya, ahhh pasti maksud ibunya baik.. but, trust me, ibu juga manusia, dengan segala kompleksitas karakternya, dengan segala pengalaman hidupnya, yang akhirnya akan ikut berperan membentuk menjadi ibu macam apa dirinya.

Saya seperti berkaca, jujur saja, salah satu orang yang harus sangat sangat ekstra keras belajar keras untuk menjadi ibu yang baik.. ibu yang menyenangkan. Karena saya tidak dekat dengan ibu, saya jadi tidak punya role model bagaimana menjadi ibu, bahkan saya sering ketakutan menjadi ibu.

Sahabat-sahabat saya sering mendengar bagaimana saya selalu ‘menghindari’ punya anak perempuan. Secara eksplisit saya bilang, saya tomboy, nanti bingung bagaimana caranya ngurus anak perempuan, tapi deep inside, dalam bawah sadar saya mungkin ini karena saya takut, anak perempuan saya akan mengalami hal yang sama dengan saya, jauh dari ibunya.

Berangkat dari pengalaman itu, saya berusaha banyak membaca, banyak melihat, banyak mendengar, saya belajar dari sekitar saya, dari kuliah saya, untuk jadi ibu yang menyenangkan.

Tapi sempat ada yang bilang, saya terlalu keras pada kakak.. kadang memang saya kebingungan, terlebih saat kami sekeluarga tinggal terpisah, terbatasnya waktu bertemu kakak dan bapaknya menjadikan saya harus menjalankan peran ibu dan ayah sekaligus. Bayangkan, satu saja saya harus banyak belajar, apalagi dua!! Itu salah satu pertimbangan besar saya, mengalah, meninggalkan apa yang sudah saya kejar dan raih di Jogja yang nyaman, untuk membentuk kehidupan yang lebih nyaman disini..

Masalah saya yang lain adalah, sifat perfeksionis saya yang kelewatan dan very high tempered.. lagi-lagi kombinasi yang sangat tepat ya?

Saya jadi punya target yang terlalu tinggi.. dan kurang mampu mengontrol emosi saat target itu meleset… wuaaaahhhh mengerikan… kakak pernah mengalami momen dimana saya salah mendidik,  saya terlalu sering memarahi, hingga ia takut untuk berbuat salah.. ya Allah… saat saya menulis ini saya pun masih menangis, menyesal.. kakak terlalu baik untuk diperlakukan seperti itu.. saya yang salah…

Tidak mudah melawan itu semua… tapi dalam benak, sudah saya tanamkan gambaran betapa saya dulu sering merasa sendirian.. betapa banyak anak-anak diluar sana yang akhirnya terpaksa ada di jalan karena jalanan itulah rumahnya… tempat mereka pulang. Naudzubillah, saya tidak mau kakak jadi seperti itu ya Rabb..

Saya ingin menjadi ibu, bersama bapaknya, menjadi pemilik rumah…

..dimana kakak akan dengan sukacita pulang kerumah membanggakan apa yang ia raih..

..dimana kakak akan dengan tanpa takut pulang kerumah mengakui kesalahan yang ia perbuat..

..dimana kakak akan dengan sangat rindu pulang, mencari pelukan dan senyuman saat sakit dan sedih..

..dimana kakak akan dengan sangat nyaman mengundang berbagi bahagia orang-orang diluar sana..

Yes, I wanna be a great mom!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s