Wirausahawan Tidak Lebih Mulia Dari Karyawan

Standard

Kemarin, seorang teman menuangkan pikirannya dalam status FB, intinya tentang apakah semua orang yang berusaha memotivasi orang lain untuk berwirausaha harus dengan cara menghina mereka yang bekerja? Istilah yang ia pilih kemarin adalah orang yang masih “makan gaji”..

Deg..

Saya berhenti disitu, tertegun dan berusaha mengingat adakah setiap kata dan ucapan saya tentang ini yang bernada sama, ahhhh… seingat saya tidak, tapi saya jadi ingin menulis, seandainya aja ada yang pernah tersinggung dengan ucapan saya, saya sama sekali tidak bermaksud demikian..

Kadang saya menulis tentang betapa senangnya saya menjalani proses belajar berwirausaha, membanggakan bagaimana kenyamanan saya karena lebih fleksibel mengatur waktu untuk berbagai kepentingan, dan menceritakan bagaimana saya senang melakukan ini semua karena ingin berbagi dengan lebih banyak orang…

Senangnya saya bukan berarti hanya dengan berwirausaha kita bisa menikmati hidup, tapi karena this is it!! Yang saya cari selama ini telah saya temukan, bisa berkarya, beraktivitas, mengaktualisasikan diri dengan cara dan jalan yang paling sesuai dengan kondisi dan karakter saya.. seperti yang sering saya ceritakan, saya adalah orang yang sangat moody, gampang bosan dengan rutinitas, gampang sakit dan malas bersibuk-sibuk di pagi hari…

Belum lagi saya ini ibu yang a little bit paranoid, sementara saya juga workaholic, kombinasi yang sangat tepat bukan?😀

Sangat cinta bekerja, kalau udah nyemplung ngga bisa tenggo, harus maksimal dan harus harus harus lainnya… tapi di sisi lain, saya juga tidak bisa meninggalkan anak saya terlalu lama dirumah dengan “orang lain”.. kecuali bapak/eyang/pakdenya tidak ada satu pun orang yang bisa membuat saya sanggup meninggalkan Kakak Arya 8 jam, setiap hari!!! Wuahhhhh…bisa gila saya!!

Nahhh dengan kualifikasi sebagus itu, mana ada sih perusahaan yang mau menerima saya bekerja? Hihihi…Jadilah saya mencari-cari cara bagaimana agar saya yang atur jam kerja, hari libur, jadwal meeting, jadwal produksi, semuaaaaa terserah saya, tergantung mood saya dan tergantung kondisi kesehatan saya… kata orang kan, “kerja aja di tempat nenek lo!”. Nahh karena nenek saya almarhum ngga punya kantor, yaaa harus punya kantor sendiri😉

Tentang berbagi, saat ini, ini lah satu-satunya jalan agar saya dapat berbagi. Kami sekeluarga punya tanggung jawab moral untuk menjalankan FSR, family social responsibility, berzakat, sedekah, dsb alhamdulillah sudah, tapi masa iya berhenti di situ, mau wakafin tanah, rumah, gedung ngga punya, jadi kami memberikan tenaga, waktu dan pikiran kami saja untuk berkarya dan berharap apa yang kami usahakan bisa membuka jalan rizki bagi sebanyak mungkin orang..

Demikian sekelumit unek-unek di pagi hari… tidak ada dan Insya Allah tidak pernah ada maksud saya untuk ‘merendahkan’ pilihan hidup orang lain.. buat saya wirausahawan tidak lebih mulia dari karyawan, yang paling mulia adalah orang yang paling banyak manfaatnya, apa pun pilihan hidupnya..

Saya ingin menyentuh hati orang-orang di sekitar saya, yang selama ini bekerja tapi sering ngomel, sering bolos, sering telat, sering minta excuse ini itu, sering jelek-jelekin perusahaan tempatnya bekerja…kalau tidak puas dengan kehidupan bekerja yang kita jalani selama ini, kenapa ngga berusaha mencari sisi lain? yang bisa membuat kita lebih alive, lebih bisa menghargai hidup… tanpa perlu ‘merugikan’ dan ‘menjatuhkan’ pihak lain..

Well,  ini hari Kamis Optimis,  begitu sering orang bilang… mariiiiii… optimis!! Find your real passion!!😉

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s