Why Volley?

Standard

written on Thursday, April 1, 2010 at 2:20pm

Tulisan ini saya buat sudah lama, sudah pernah dipublished juga waktu masih main-main Friendster, based on request, saya share kembali… yang udah pernah baca, jangan bosen ya hehe…

26 Agustus 2008

Teman-teman lama yang baru sekarang-sekarang ini mengakses profil saya di FS atau baru ketemu dan ngobrol-ngobrol, kaget dan heran menemukan hobi baru yang menurut mereka cukup ajaib.. nonton voli.. karena saya lumayan meluangkan waktu di antara kesibukan saya yang lain… bela-belain dateng ke sana-sini untuk nonton rangkaian pertandingannya, dimana menurut mereka hal itu cuma bisa saya lakukan untuk KLa Project.

“Karena KLa udah gak ada konser lagi Ren, lo jadi gila nonton voli? sampe di kampung pun lo datengin?”

”Emang ada apaan sih, sampe bela-belain berangkat nonton final di Jakarta?”

”Lo kan nggak main voli Ren, bisa juga kagak, kok bisa-bisanya jadi volimania gini?”

”Atlet voli ganteng-ganteng ya Ren?”
Huahahaha… meskipun memang pada kenyataannya atlet voli memang banyak yang good looking, komentar terakhir itu lah yang membuat saya menulis tentang ini.

Why volley?
Iya yaaaa, saya memang nggak bisa main voli, SAMA SEKALI… Suka banget dari dulu juga nggak, hal paling dekat antara saya dan voli cuma terjadi waktu SMP dimana ada beberapa teman dekat yang memang jago voli, dan tanya dehhhh, mereka tau pasti saya ngga pernah bersentuhan dengan dunia voli. Lebih hobi main + nonton basket.

Mikir bentar….
Well, OK, ternyata kegilaan saya sama voli dimulai tahun 2003, suatu awal yang sama sekali nggak ada hubungannya dengan voli secara teknis. Ceritanya saat itu, hari Minggu, saya dan sepupu going around Jakarta, iseng ngga ada kerjaan, killing time.. sampai akhirnya di sekitar Semanggi mobil saya di stop oleh mobil stasiun TV yang cuma mau pinjem dongkrak karena mau ganti ban. Ngobrol punya ngobrol, ternyata mereka mau ke Istora untuk ngeliput final Proliga dan diajak lah kami ikutan nonton sebagai rasa terima kasih. Karena dari awalnya memang cuma mau killing time, yaaaaa ayo lah…

Ternyata, kebetulan saat itu finalnya antara Surabaya Samator yang waktu itu masih pakai nama Samator Surabaya Flame (kalo nggak salah) vs BNI…

In detail, saya masih ingat betul bagaimana Samator harus kalah 2-3, tapi bingung gimana harus nulisnya.. hehe.. mampir aja ke http://pambayuns-father.blogspot.com/2006/10/017-perang-batin-dalam-partai-final.html , sang penulis bisa menuliskannya dengan lebih mantaaapppp… atau http://www.infoanda.com/linksfollow.php?lh=DFFQUgcFAwwM

Yang jelas, partai final itu bener-bener seru… full spirit, dan dramatis, meskipun akhirnya Samator kalah.

Selain larut dalam fanatisme kedaerahan, *secara saya arek Suroboyo hehe* bersama puluhan supporter Samator yang tidak saya kenal dan bisa dengan entengnya toss, teriak2 bareng *seperti yang (masih) saya lakukan sekarang sama teman2 volman*, saya benar-benar impressed dengan spirit dan perjuangan anak-anak Samator, yang saat itu dibintangi Hadi Esmanto, Susilo (siapa..), dll..
(ini lah kenapa, saya tetap setia jadi big fan-nya Samator hehe..)

Kenapa impressed?
Karena buat saya yang notabene selalu pakai hitungan sok pasti, karakter saya yang semi-quitter, alias gampang nyerah, tipikal berpikir kalau sudah nggak memungkinkan untuk diraih lebih baik saya tinggalin, prinsip daripada nyesek kalo nggak dapet, spirit itu seperti mengajarkan ”gini lho Ren, kudunya kalo lo mau memperjuangkan sesuatu”.

Berjuang.. berjuang… terussss…. dan meskipun akhirnya kalah… tetep bisa pulang dengan kepala tegak.

Spirit itu melekat, bener-bener melekat kuat di benak saya, sampai saat ini..
Seperti halnya mental state yg lain, spirit itu up and down pasti, dan di saat down itu lah saya cari-cari pertandingan, even blusukan di kampung bersama sahabat volman saya, Koko, berusaha dapet atmosfer spiritnya dan pulang dengan spirit baru.

Jadi bener tuh tagline-nya Proliga, GET THE SPIRIT !! hahayyyyy…

*extra note*

Spirit ini sekarang justru jadi semacam filosofi baru buat saya… sering saya ucapkan,
Sebelum sampai 25, pantang ada kata berhenti… kalau bisa paksa terus untuk deuce, sampai 1000 !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s