Terduga dan Tak Terduga….

Standard

written on Wednesday, August 26, 2009 at 12:20am

Saya merencanakan..
Saya akan menjadi wanita karir yang akan menapaki jalan menanjak di usia 30-an..

Ternyata..
Di usia ini, saya jadi ibu rumah tangga dengan part time job dan aktivitas di bidang sosial, plus belajar berwirausaha.

Saya merencanakan..
Saya akan menikah di usia muda, happy with my marriage without planning to have children.

Ternyata..
Tuhan menjadikan saya ibu dan sempat menjadikan saya single parent.

Saya merencanakan…
Pindah dan menetap di Jakarta sampai jangka waktu yang cukup panjang.

Ternyata…
Saya pindah (lagi) ke Jogja dan menetap disini untuk waktu yang lebih panjang dibandingkan hidup saya di Jakarta.

Saya menduga…
Saya akan baik-baik saja hidup dengan agama/keyakinan saya..

Ternyata…
Saya harus melewati fase kritis bahkan sangat kritis… meniti jejak langkah dalam mempertanyakan keimanan saya..

Saya menduga..
Saya mungkin akan berjilbab saat usia saya 40-an, sesudah pulang haji/umroh.. hehe..

Ternyata..
Maju 14 tahun dari perkiraan dan dengan cara yang menurut saya aneh…

Saya menduga…
Godaan terbesar saat saya memutuskan berjilbab adalah keinginan untuk gaya-gayaan dengan penampilan tanpa jilbab.

Ternyata…
Godaan terbesar saat saya berjilbab adalah saya merasa diri saya lebih baik dari perempuan-perempuan yang tidak berjilbab…

Terkesan dengan status seorang teman tadi pagi, seharian ini sambil mengerjakan pekerjaan saya, berinteraksi dengan kertas dan kotak-kotak, ada perenungan kecil-kecilan.. tentang hal-hal yang tidak pernah terduga dalam hidup saya..

Ngapain coba mikirin begini2an? Mungkin itu yang akan dipikirkan orang.. tapi hal ini menarik..

Karakter saya telah sedemikian rupa membentuk saya menjadi pribadi yang ’harus selalu mampu’ menduga apa yang akan terjadi, at least untuk mempersiapkan diri menjalankan plan B.

Tetapi tenyata saya menemukan bahwa, hal-hal tak terduga itu sudah puluhan kali terjadi dalam hidup saya, dan tidak sepenuhnya juga, saat itu terjadi saya ada dalam keadaan siap, jangankan untuk menjalankan plan B, untuk bisa melewatinya saja sudah prestasi..

Sekali lagi….

Saya menduga.. bahwa saya akan jadi lebih baik kalau saya mampu merencanakan dan mempersiapkan hidup saya secara sempurna..

Ternyata..
Memang baik merencanakan semuanya, tapi lebih sering Tuhan memilih cara yang tidak terduga untuk mendidik saya menjadi manusia yang lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s