Memory….

Standard

written on Tuesday, June 30, 2009 at 11:39pm

10:24, terguncang2 di dalam Argo Dwipangga.. ngga bisa tidur sementara kiri kanan saya sudah terbang semua..Buku, KOMPAS, FEMINA, bekal saya, sudah bikin mata saya kriyep-kriyep.. karena lighting kurang mendukung.. masukin headset… pencet-pencet… and play… maksud hati berniat mencoba tidur… tapi uuggggrrrrhhhh salah lagu. Kondisi mental saya yang siap diistirahatkan tadi mendadak bubar karena intro Kerispatih yang mendayu itu membuat saya teringat seseorang dari masa 11-12 tahun yang lalu.. seseorang yang dengan dahsyatnya mampu melenakan saya dengan musiknya.. seseorang yang sangat ahli membuat perempuan mana pun jatuh cinta..

Kalau ada mbak Arie, sahabat saya, pasti dia sudah bilang hayo jangan macem-macem…!!
Tadi siang pun kami masih diskusi soal euforia karena ketemu mantan pacar… hehe…

Macem-macem?
Duh, mengingat dia sesungguhnya bikin perut saya mules… membayangkan playboy-nya dia, mengingat sepak terjangnya sampai-sampai pernah saya tahu ada 3 orang dalam satu kantor yang semua pernah jadi mantan teman dekatnya.. (termasuk saya kah? hehe… off the record..) termasuk segala ke-narsis-annya.. yang minta ampyyuuuunnn…

Tapi kenapa ya intro lagu tadi begitu dahsyat sampai bisa meniadakan akal sehat saya dalam hitungan detik.. rupanya benar kata teori, otak kita lebih mudah menyimpan dan menarik kembali informasi yang menyenangkan dibanding yang tidak menyenangkan..

Naahhhh berarti memory tadi menyenangkan dong Ren? Logika saya bertanya…
Ya iya lah.. siapa juga yang ngga tersanjung (kaya judul sinetron jadul..) kalau diperlakukan dengan ekstra manis, super romantis, dll dsb.. beberapa saat saya pun menikmati jalan bareng dia.. menikmati melewatkan waktu sama-sama.. sampai suatu saat akal sehat saya kembali dan mampu melihat bahwa orang itu palsu.. tidak tulus..

Lho.. 12 tahun yang lalu kok lagunya Kerispatih?

Hehe.. tahun lalu saya sempat ketemu dia lagi.. dia kembali single, masih dengan pola yang sama, dia pernah menelpon saya hanya untuk meminta saya mendengar dia main piano lagunya Kerispatih tadi..

Jujur, yaaaa sempet juga setan hampir tepuk tangan karena saya kepeleset, untungnya sahabat2 saya benar bisa diandalkan..

Jangan tergoda sama memori masa lalu deh.. kata mereka.. kok masih diinget-inget sih?

Lho, memang saya harus lupa ya? Salah ngga sih menyimpan sesuatu dalam memori kita? Menurut saya sih enggak, wong memori itu Tuhan ciptakan untuk jadi spion, mencoba memaksa melupakan sesuatu sama juga kaya maksa nyetir mobil tanpa spion, jadi bingung… yang bener ya pakai lah memori itu sesuai dengan dosis dan kegunaan-nya.. hehe.. dan itu saya pun masih harus banyak belajar…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s