Cuma Ngerem, Please….

Standard

written on on Wednesday, September 9, 2009 at 4:31pm

Terjebak hampir 15 menit di perempatan Selokan Mataram Seturan membuat saya mengelus dada, prihatin.. tapi saat akhirnya “brakkkk” fase mulus sedan di depan mobil saya terpaksa berakhir tertabrak motor, pengen rasanya saya teriak “kenapa siiihhhhhh? motornya ngga ada remnya?” mobil sedan itu sudah dalam posisi berbelok ke kanan, setengah badannya sudah maju, tapi dari arah kanan, motor itu masih nekat dan akhirnya terpaksa nabrak karena dari arah yg berlawanan ada truk yang sama nekatnya..

Tahun 2004, saat saya masuk Jogja, saya sudah dibuat kaget dengan kondisi lalin disini.. kemana tenggang rasa, tata krama, unggah ungguh yang selalu dibanggakan? kenapa di Jogja? kota yang selalu dijadikan sebagai mercusuar kebudayaan luhur Jawa?

Tahun 2005, mobil saya tertabrak dengan kasus yang sama seperti di atas…

Tahun.. demi tahun.. sampai akhirnya tadi siang, haduhhh… dan sepertinya pihak yang berwenang tidak cukup berbuat untuk memperbaiki kondisi ini.. saya belum melihat program, gerakan, atau apapun untuk mendidik pengguna jalan di Jogja.

Keprihatinan saya tentang ini bukan semata tentang ketertiban lalin saja, ini masalah nilai-nilai yang terancam, dan parahnya ini lintas generasi.. lintas status..

Pikiran naif saya,

Kalau ngaku pelajar/mahasiswa harusnya bisa dong paham aturan lalu lintas.. kampus penuh, tiap tahun ada mahasiswa baru, kemana hasilnya pendidikan?

Kalau ngaku beragama, harusnya konsep2 dalam agama itu bisa dong terintegrasi dalam perilaku.. mau di jalan, mau di mana aja.. mohon maaf, banyak yang menggunakan atribut keagamaan, tapi perilaku di jalan ngga nggenah..

Kalau ngaku berbudaya, bisa dong beretika?

Kalau sudah berumur, bisa dong jadi panutan?

Mau teriak sama siapa ya??? mau optimis keadaan akan berubah, kok ya ngga keliatan tanda2 perbaikan, saya juga bukan siapa-siapa yang bisa menggerakkan banyak hati.. mau pesimis jangan lahh, masa hidup diisi dengan pesimisme?

Sudah lah saya teriak-teriak disini aja,
Parents.. please… selamatkan bangsa kita.. ajarkan bahwa yang berjalan harus menghormati yang duduk, yang berkuda menghormati yang berjalan.. dan sebaliknya.
Mungkin kalau nilai-nilai sederhana ini sudah tertanam, akan lebih mudah untuk anak-anak kita nanti pada saatnya mereka berkendara untuk ngga cuma nginjek pedal gas, juga pedal rem.. Insya Allah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s